Pengertian Kejang dan Jenisnya | sebraeli.net

Gambar Bayi Kejang

Kejang yang datang dengan tiba-tiba memang terkadang mengkhawatirkan diri dan orang-orang disekitar kita. Apalagi jika hal ini terjadi pada penderita baru pertama kali dialami ditambah lagi terjadi ditempat umum, yang penuh dengan orang-orang yang tidak atau baru kita kenal.

Gambar Bayi Kejang
Gambar Bayi Kejang

Banyak yang mempertanyakan kenapa terjadi kejang pada orang dewasa secara tiba-tiba? Apa penyebabnya? Dan bagaimana cara kita agar terhindar dari penyakit kejang? Untuk menjawab semua pertanyaan ini kita harus paham terlebih dahulu apa itu kejang?

Bahaya Kejang dan Jenisnya

Kejang adalah kondisi saat otot-otot tubuh berkontraksi dengan tidak terkendali, karena terjadinya gangguan atau keabnormalan pada otak yang mengirimkan sinyal listrik melalui saraf untuk menuju otot. Atau perkembangan sel saraf yang tidak normal karena ketidakseimbangan atau terjadinya kombinasi senyawa kimia dalam otak. Hal ini dapat terjadi pada bayi, anak-anak maupun remaja.

Kejang sendiri memiliki beberapa jenis seperti, kejang demam, kejang gangguan otak, kejang epilepsi sensitifitas, kejang karena asupan zat yang buruk, kejang karena sesak nafas, kejang karena penyakit radang selaput otak, dan kejang karena cidera pada kepala.

Dan taukah kalian ternyata kejang merupakan gejala dari kanker otak? Kejang merupakan salah satu gejala dari kanker otak  yang disebabkan oleh aktivitas motorik otak yang terganggu oleh tumor di dalam otak  penderita bisa kehilangan kesadaran dari 2-3 menit.  Ada juga kejang yang disebut sebagai kejang idiopatik yaitu kejang yang  tidak jelas akibat terjadinya karena apa. Umumnya kejang yang satu ini dialami oleh para remaja dan anak-anak.

Gejala yang di timbulkan oleh kejang berbeda-beda, ada yang merasakan hilang kesadaran untuk sesaat yang mengakibatkan penderita tidak ingat apa-apa saat sadar, perubahan yang terjadi pada bola mata, suasana hati yang dapat tiba-tiba berubah, keluarnya busa dan air liur dari mulut, gemetar pada seluruh tubuh, mulut terasa pahit, kejang yang dibarengi dengan gerakan ritmis pada lengan dan kaki.

Faktor pemicu terjadinya keabnormalan pada otak adalah adanya cidera pada kepala, pengaruh dari kondisi kesehatan (epilepsi, demam, gula darah rendah, stroke), efek samping dari obat-obatan yang sedang dikonsumsi, pola hidup yang tidak sehat, terkena racun akibat gigitan hewan.

Jika kondisi kejang dialami oleh mereka yang tidak memiliki riwayat sakit dan baru pertama kali terkena kejang, segera periksakan pada dokter agar ditangani dengan lebih dini, karena bisa jadi termasuk tanda adanya tumor di otak yang mengakibatkan kejang secara tiba-tiba muncul.

Biasanya dokter akan menyarankan untuk melakukan pemeriksaan fisik atau tes tertentu seperti CT scan atau MRI. Proses diagnosis yang dilakukan biasanya dapat menghapus kemungkinan penyakit lain yang berpotensi menjadi pemicu adanya kejang.

Untuk dapat lebih jelasnya anda bisa mengunjungi http://cegahkankersrviks.org/ Untuk mendapatkan infornasi dan data yang lebih lengkap dan detail.